Ottoke?

Dalam cinta, mungkin panjangnya waktu yang terlewati, bukanlah hal seberapa yang terhitung, hanya saja aku telah kalah dengan kenyataan yang pura-pura tak kulihat selama ini — tak dicintaimu
Cinta ini benar-benar membutakanku, hingga aku tak bisa membedakan perhatian sebagai kekasih atau sekedar teman baik. Dan pedihnya lagi karena aku tak tahu rasa percaya diri apa yang kusimpan di kepalaku hingga aku berfikir kelak kau akan memperjuangkanku? Begitu lucunya diriku bukan? Bahkan sering aku memimpikan bahwa tanpa ku mengemis pun mengiba-ngiba padamu kau akan datang padaku dengan cintamu yang dari dirimu sendiri. Iya aku sering mengharapkan itu kau lakukan padaku, namun pilunya — kenyataan pahit memang harus ku telan — bahwa jangankan meminang hatiku di hatimu, membuatmu nyaman sebagai kekasihku pun, ku mencoba 9 tahun tak bisa membuatmu nyaman. Lantas mempertahankanku — oh sungguh, aku begitu pengkhayal :'(
Dan kini, akan sejauh apa aku menjadi perempuan jahat bagimu, dibanyak tulisan dan keluhku. Aku selalu menoreh luka, seolah-olah akulah yang paling terluka. Namun kenyataan pahit dan begitu membuatku seperti tak bisa memaafkan diriku sendiri – kaulah yang mencoba begitu banyak, melakukan sesuatu yang hatimu tak nyaman. Telah sejahat itu padamu, maka bagaimana bisa aku masih memintamu dalam doa-doaku, bagaimana mungkin aku menarikmu lagi di hidupku yang tak nyaman?
Maaf sungguh maaf. Bila ku bisa melakukan pintamu, menjadi sekedar sahabat yang membuatmu nyaman, ingin sekali kulakukan hal itu namun sungguh aku tak bisa melakukannya. Aku tak bisa menahan luka untuk berpura-pura tak mencintaimu. Maafkan aku. :'(
Dan yang lebih membuatku takut — untuk menjadi sekedar sahabatmu, bahwa kelak aku akan (lagi) menjadi perempuan jahat yang memaksamu mencintaiku. Bila entah suatu hari nanti itu terjadi, bila aku menjadi begitu gila, ku mohon doronglah aku menjauh, campakkanlah aku. Dan biarkan aku mencintaimu tanpa harus menjadi begitu jahat padamu lagi. Bukankah hal yang wajar bila cinta tak mesti berbalas? Karenanya tak lagi perlu mencemaskan perasaanku, mencintaimu bagiku sudah begitu membahagiakanku :')
Dan akhirnya kepada diriku, happy to fall in love Dan padamu terimakasih telah begitu baik padaku, begitu lama mencoba mencintaiku. Engkau telah berusaha semampumu, tak perlu cemas bila akhirnya cinta itu tak bisa tumbuh di hatimu. Mungkin iya, aku bukanlah bunga yang cantik untuk tumbuh di sana. :')
Untuk waktu bertahun ini, bukanlah seberapa. bagiku Menunggu dan mencintaimu di seumur hidupku yang tak mencintaiku pun tak masalah untukku. Kenyataan yang sangat melukaiku bukan tentang waktu pun cinta yang bertepuk sebelah tangan itu. Tapi pada hatimu, yang berusaha keras mencintaiku, dan itu karena aku menarikmu terlalu keras. Ahh aku telah menjadi perempuan yang begitu jahat :'(.
Lubuklinggau,170315

Postingan Populer